Teknik Informatika-EEPIS

on Minggu, 23 Oktober 2011


Program Studi Teknik Informatika (PSTI) PENS berdiri sejak tahun 2000 dan menerima mahasiswa untuk jenjang 
D3 (3 tahun).
VISI

PSTI mempunyai visi kedepan yaitu menjadi sebuah pusat unggulan pendidikan keteknikan profesional bidang Teknik Informatika untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar global 


MISI
Menghasilkan tenaga-tenaga profesional bidang TI dengan kompetensi basis data, rekayasa perangkat lunak, jaringan komputer dan teknologi multimedia
Menghasilkan lulusan yang berpikiran terbuka dan siap bersaing dalam pasar global, dengan cara memberikan atmosfir akademik yang baik kepada para mahasiswa.
Terlibat secara aktif dalam pengembangan dan peningkatan sistem pendidikan politeknik di Indonesia, khususnya bidang Teknik Informatika.
Menyelenggarakan suatu kegiatan penelitian terapan bidang Teknik Informatika yang secara nyata mampu menyelesaikan masalah-masalah bidang TI dan menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat; keduanya merupakan kegiatan yang sinergi dengan kegiatan PENS-ITS sebagai penyelenggara

Teknik Elektronika-EEPIS

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya didirikan pada tahun 1988, semula bernama Politeknik Elektronika dan Telekomunikasi dengan dua program pendidikan Diploma III yaitu jurusan Teknik Elektronika dan jurusan Teknik Telekomunikasi. Kemudian pada tahun 1992, namanya berubah menjadi Politeknik Elektronika Surabaya, dan berubah lagi menjadi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya seperti sekarang ini sejak tahun 1996. 

  
Pada awal pendiriannya Jurusan Teknik Elektronika mencakup semua kompetensi bidang elektronika yang berupa penguasaan rekayasa elektronika, kontrol dan otomatisasi industri, bidang mekanik-robotika dan juga penguasaan keahlian power elektronik. Untuk meningkatkan profesionalitas, pada tahun 1992 jurusan Elektronika membentuk sebuah program studi Diploma III Teknik Listrik untuk mewadahi kualifikasi dan kompetensi power elektronik. Program studi baru ini memisahkan diri dari jurusan Elektronika dan membentuk jurusan baru Teknik Listrik pada tahun 1997.
Pada tahun 2004 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mendapatkan

Robot PENS ITS Juarai KRI Regional IV

on Sabtu, 15 Oktober 2011




Surabaya  - Tim robot "P-Next" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya akhirnya menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 Regional IV (Jawa Timur dan Bali) di Gedung Pusat Robotika, Kompleks Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Minggu.
"Tim robot P-Next (PENS-ITS) mendapatkan nilai 182, karena mampu merangkai krathong (karangan bunga) dalam posisi Sala dan meletakkan petal krathong dan flower ke river, sedangkan lawannya Harm-Vy dari ITS Surabaya hanya meraih nilai 70," kata Ketua Dewan Juri KRI, Prof Wahidin Wahab. (*)
 Surabaya (ANTARA News) - Tim robot "P-Next" dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya akhirnya menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) 2011 Regional IV (Jawa Timur dan Bali) di Gedung Pusat Robotika, Kompleks Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Minggu.

"Tim robot P-Next (PENS-ITS) mendapatkan nilai 182, karena mampu merangkai krathong (karangan bunga) dalam posisi Sala dan meletakkan petal krathong dan flower ke river, sedangkan lawannya Harm-Vy dari ITS Surabaya hanya meraih nilai 70," kata Ketua Dewan Juri KRI, Prof Wahidin Wahab. (*)

Tim Robot “Jump-Be” (PENS ITS) Juara Ketiga Dunia


I have no idea today. Copy paste aja,.. ada berita bagus, semoga bisa menjadi semangat untuk kita semua.
Tim robot “Jump-Be” dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) akhirnya menjadi juara ketiga dalam kontes robot Asia Pacific Broadcast Union (ABU) Robocon 2008 di Pune, India 31 Agustus 2008.
Pembantu Dekan III PENS-ITS, Tri Budi Santoso ST MT, yang mendampingi tim delegasi Indonesia melaporkan dari India, Senin, bahwa tim “Jump-Be” hanya mampu bertahan di semifinal setelah melalui perjuangan cukup panjang.
“Tim ‘Jump-Be’ harus puas sebagai ‘runner up’ ke dua bersama tim robot dari Toyohashi Jepang, sedangkan juara dunia diraih tim robot dari Xi`an Jiao Tong University, China,” katanya.
Di pertandingan awal, tim “Jump-Be” sempat mengungguli tim Korea dengan skor 34-7, sedangkan di pertandingan kedua juga menang melawan Srilanka dengan skor 48-minus tiga (-3) melalui GOVINDA (sempurna).
“Hasil sempurna melalui white butter dan yellow butter yang terangkat sempurna itu diperoleh dengan waktu tercepat, yaitu 26 detik, bahkan hasil itu lebih cepat dua detik dari waktu GOVINDA tim robot China (juara dunia),” katanya.
Tim lainnya yang berhasil mencapai GOVINDA adalah tim Mongolia saat melawan Fiji dan tim China saat melawan Bangladesh.
“Hasil Govinda yang bagus itu membuat tim dari Indonesia mulai disorot tim-tim robot dari negara lain,” katanya.
Sebagai juara di blok 2 kelompok D, Indonesia akhirnya bertemu dengan tim dari blok 1 kelompok C, yaitu tim robot dari Vietnam, dengan kemenangan tim Jump-Be.
“Itu prestasi yang mengejutkan, mengingat tim ‘Jump-Be’ dapat mengalahkan tim Vietnam yang pernah dua kali menjadi juara di ABU Robocon,” katanya.
Namun, katanya, trauma tahun lalu tampaknya terbawa di Pune India sewaktu tim “Jump-Be” bertemu tim China di semifinal, sebab tim dari Xi`an Jiao Tong University itulah yang mengalahkan tim PENS-ITS di final ABU ROBOCON 2007 di Hanoi Vietnam.
Di semifinal itu, tim “Jump-Be” harus takluk dengan nilai 24-9 untuk Jiao Tong hingga Jiao Tong akhirnya menjadi pemenang setelah mengalahkan Mesir dengan nilai tipis 22-21.
“Tim ‘Jump-Be’ juga meraih penghargaan desain terbaik di ABU ROBOCON 2007,” katanya.
Saat pengumuman pemenang, panitia juga menginformasikan penyelenggaraan ABU ROBOCON 2009 akan dilaksanakan di Tokyo Jepang.
Menanggapi hasil sebagai juara ketiga itu, Direktur PENS-ITS, Dr Ir Titon Dutono M.Eng, ketika diwawancarai di Surabaya menilai bahwa prestasi tim “Jump-Be” cukup membanggakan.
“Bagi kami, bagaimana pun mereka telah mengharumkan nama Indonesia di ajang robotika internasional. Saya yakin mereka telah berusaha cukup keras hingga mampu bertahan di babak semifinal, namun mereka belum beruntung. Jadi, keputusan memang ada di tangan Tuhan,” katanya.
Rencananya, tim robot yang beranggotakan lima personel akan tiba di Tanah Air pada 3 September 2008 dan langsung menuju Surabaya pada hari itu juga dengan penerbangan terjadwal tiba di bandara Juanda pukul 16.20 WIB. Surabaya
Copy right ANTARA News

Rahasia Sukses Tim Robot PENS

kunjungi : http://www.eepis-its.edu/id/read/bc0b00214d3e94f50236efd317850b7d/rahasia-sukses-tim-robot-pens


EEPIS Online, Setelah mengikuti turnament kontes robot tingkat Internasional Abu Robocon 2007, tim robot PENS meregenerasi anggota barunya. Walaupun di kontes tersebut kita belum mendapat keberuntungan sesuai dengan harapan, tetapi tim robot kita tetap optimis untuk bertarung lebih baik di turnament tahun depan. Kita berharap kita tetap menjadi wakil Indonesia untuk berangkat ke Pune, India di ajang kontes robot yang sama yaitu Abu Robocon 2008. Dari regenerasi telah didapat anggota tim robot yang baru, dimana mereka semua telah melakukan tes seleksi masuk dengan cukup ketat. Penyeleksian yang diadakan 3 tahap ini diikuti oleh semua jurusan di PENS, dan juri langsung dipegang oleh dosen.
Ide dan nama robot untuk mempersiapkan turnamen KRI tahun depan masih dibahas, dengan kata lain masih dalam proses. "Maklum saja, tim baru saja dibuat dan dana dari menejemen juga belum turun", ceplos Angga ( LJ D4 Telkom) wakil kontingen PENS yang berangkat ke Vietnam kemarin. Tema yang diusung tahun depan adalah "Govinda", yang merupakan salah satu cerita rakyat India. Laboratorium yang penuh dengan onderdil-onderdil robot selayak bengkel di ruang HI-101, merupakan markas tim robot untuk mereka bekerja. 



KRI yang akan diadakan sekitar 7 bulan lagi, harus membuat mereka kerja lebih ekstra lagi karena PENS harus tetap mewakili Indonesia di ajang Abu Robocon 2008. Mereka akan memulai kerja, setelah dana dari menejemen turun. Dan hari-hari mereka setelah itu akan dipenuhi perjuangan untuk meyeleseikan robot yang sesuai dengan ide mereka untuk diikutkan di KRI dan KRCI 2008. Bidang lmu dari gabungan hardware, mekanik, dan software ini tidak mungkin terjadi jika tidak ada kekompakan dalam tim, dimana bidang ilmu yang telah mereka dapat akan disharing satu sama lain. Begitupun senior dari tim robot, mereka pasti menurunkan ilmu yang telah di dapat ke junior mereka. Begitu pula dengan dosen, yang dalam hal ini berindak sebagai pembimbing, beliau juga membagi ilmu ke mahasiswanya. Optimis, kerja yang super ektra, kekompakan dari tim, dan dukungan seerta doa dari semua pihaklah yang membuat tim robot kita sukses.
Jayalah tim robot PENS!!! v(^o^)v

”Hymne ITS” Pertama Kali Dengar Lagu Ini Merinding...

Almamaterku yang kucinta...........
Ibu yang luhur ITS
Tetap membara semangatmu,
 cita-citamu tak kendur….


Hymne kebanggaan ITS pun bergaung karena jasanya. Ya, ia lah sang maestro yang telah menciptakan syair hymne kebanggaan setiap warga ITS itu.
Ir Sri Amiranti MS atau yang akrab dipanggil Ami. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang sosoknya sebagai pencipta syair Hymne ITS. Tapi di kalangan mahasiswanya di jurusan Arsitektur ITS, ia dikenal sebagai sosok yang murah senyum dan ramah.Menurutnya, pembuatan hymne itu sendiri berawal dari ide rektor pada saat itu, Ir Harjono Sigit BS. “Pak Haryono yang memprakarsai. Lalu beliau menyerahkan tugas itu pada Kajur Arsitektur saat itu, Alm Ir Setiadi. Barulah Pak Setiadi menyerahkannya pada saya dan El Pohan, seorang komponis terkenal yang mengaransemen hymne tersebut,” jelas Ami.Ami mengungkapkan, ide lirik hymne tersebut didapat dari latar belakang ITS sebagai PTN yang berbasis teknologi dan peristiwa kepahlawanan sepuluh nopember. “Selain itu saya mendapat ide dari apa yang saya rasakan selama menjadi mahasiswa arsitektur ITS, yaitu penghargaan dan kecintaan saya akan almamater ini,” ujar ibu dari Tesa Eranti Putri ini.
Ami yang hobi mendengarkan musik dan mengarang puisi itu pun menyatakan butuh waktu setengah tahun untuk pengerjaan hymne tersebut. “Prosesnya, setelah selesai saya ciptakan syair tersebut dikirim ke Jakarta untuk diaransemen oleh El Pohan. Baru kemudian saya olah lagi untuk penyesuaian,” cerita pemilik moto Pengalaman adalah Guru yang Paling Baik ini.
Ami menciptakan Hymne ITS pada tahun 1984. Meskipun sudah hampir 24 tahun tercipta, hymne tersebut masih saja membuat wanita kelahiran Tulungagung itu terharu tiap kali mendengarnya. “Saya tidak tahu kenapa saya selalu terharu setiap kali mendengar hymne ITS. Mungkin karena saya mencintai ITS. Bagi saya, ITS adalah almamater yang harus dihargai dan dicintai semua warganya, juga alumninya,” kata dosen yang telah mengajar di ITS sejak 1979 ini.
Saat ini, kegiatan wanita penyuka warna coklat dan hitam ini adalah mengajar Mata Kuliah Psikologi Lingkungan Arsitektur dan Kota untuk program S2 arsitektur. Ia juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Perancangan Kota.
Istri dari Erwin Sudarma ini tercatat pula pernah menerbitkan sebuah buku kumpulan puisi bersama teman-teman sesama penyair Surabaya yang berjudul Antologi Puisi 70 Penyair Surabaya.
Harapannya, pada Dies Natalis ke-48 ITS ini hymne ITS akan selalu bisa menggugah semangat kebersamaan para warganya dan mendorong mereka untuk maju bersama. “Semoga saja ITS bisa menjaga dan meningkatkan kualitasnya sebagai sebuah institusi yang dicintai banyak orang,” ujarnya tersenyum.
.mengutib dari its.ac.id
>> VIVAAAAAAAATTTT,, hehehehhe… saLut ni bwt ibu ami…
.heheheh…
hidup ITS.. hiDup ITS… almamaterkuu jaaayaaa…..

"Totalitas Perjuangan"

mari nyayikan lagu Totalitas Perjuangan saat kita melewati masa-masa OMB di kampus tercinta PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)




Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
- Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta.....................

Belajar Dasar Pemrogaman-Teknik Informatika


Sejarah C
• Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967.
• BCPL memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970.
• Selanjutnya dari bahasa B ke bahasa C oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories).
• Bahasa C pertama kali digunakan pada komputer Digital Equipment Corporation PDP11 yang menggunakan sistem operasi UNIX.
• C adalah bahasa yang standar, artinya suatu program yang ditulis dengan versi bahasa C tertentu akan dapat dikompilasi dengan versi bahasa C yang lain dengan sedikit modifikasi.
• Standar bahasa C yang asli adalah standar dari UNIX.
• Patokan dari standar UNIX ini diambilkan dari buku yang ditulis oleh Brian Kerninghan dan Dennis Ritchie berjudul "The C Programming Language", diterbitkan oleh PrenticeHall tahun 1978.
• Deskripsi C dari Kerninghan dan Ritchie ini kemudian dikenal secara umum sebagai "K&R C".
• Kepopuleran bahasa C membuat muncul banyak varian dari kompiler C, sehingga dilakukan standarisasi bahasa oleh ANSI (American National Standards Institute) dengan membentuk suatu komite (ANSI committee X3J11) pada tahun 1983 yang kemudian menetapkan standar ANSI untuk bahasa C.
• Standar ANSI menetapkan sebanyak 32 buah katakata
kunci (keywords).
• C yang mengadopsi standar dari ANSI dikenal dengan nama ANSI C

Ruang Lingkup Bahasa C
• Banyak pemrograman yang dibuat dengan bahasa C seperti assembler, interpreter, program paket, sistem operasi, editor, kompiler, program bantu, Word Star, Dbase, aplikasi untuk bisnis, matematika, dan game, bahkan ada pula yang menerapkannya untuk kecerdasan buatan.
• Dalam beberapa literatur bahasa C digolongkan sebagai bahasa tingkat menengah.
• Pada kenyataannya bahasa C mengkombinasikan kelebihan dari bahasa tingkat tinggi dan bahasa tingkat rendah.
• Kemudahan dalam membuat program yang ditawarkan pada bahasa tingkat tinggi dan kecepatan eksekusi dari bahasa tingkat rendah merupakan tujuan diwujudkannya bahasa C.


Proses Kompilasi & Linking
• Agar suatu program dalam bahasa pemrograman dapat dimengerti oleh komputer, diperlukan sebuah penerjemah/translator yang

Forza Informatika EEPIS(Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya)

                Teknik Informatika adalah salah satu jurusan di kampus tercinta EEPIS(Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya). . Dulu saat saya mengira, bahwa Teknik Informatika itu sulit, ternyata tidak demikian jika kita mau berusaha keras dalam mendalaminya.  Justru malah sangat menyenangkan bermain logika, membuat program kita sendiri, dan mengasah berbagai kecanggihan ilmu IT lainnya.
(lambang Teknik Informatika PENS-ITS)

                Menurut saya juga Teknik Informatika adalah jurusan yang memmpunya prospek bagus ke depan, serta tidak digandrungi dengan pelajaran yang menjadi momok bagi sebagian besar anak, yakni fisika dan kimia. Tapi matematikanya ship”. Hehehe.

                Pada awal kuliah semester pertama, mata kuliah yang kita pelajari antara lain Bahasa Inggris 1,  Matematika 1, Matematika Diskrit, Konsep Teknologi Informasi, Logika dan Algoritma, Konsep Pemrogaman, Keterampilan Komputer, dan  Praktek Konsep Pemrogaman.download silabus, here!!!

                Para dosen IT juga ramah-ramah serta asyik, pokoknya dijamin enak kalau masuk Teknik Informatika. Hehehe.

panda ndut

on Minggu, 02 Oktober 2011
Hai.. it's my first blogging.  hehehe.So, EEPIS is my college.